Harga-minyak-dunia-naik
Harga Minyak Dunia Meroket 5%! Serangan ke Iran Picu Kiamat Inflasi Global di Maret 2026

JAKARTA – Harapan akan stabilitas harga energi di tahun 2026 nampaknya harus terkubur lebih dalam. Pada perdagangan pagi ini, Kamis (19/3/2026), indeks harga minyak internasional mencatatkan lompatan vertikal sebesar 5%. Pergerakan liar ini adalah respons langsung pasar terhadap kabar serangan udara yang menghantam titik-titik strategis di Iran, menyusul aksi saling balas rudal antara Teheran dan Tel Aviv sehari sebelumnya.

Minyak Brent Tembus Rekor Baru

Kekhawatiran akan terhentinya pasokan dari salah satu produsen minyak terbesar dunia membuat para trader melakukan aksi beli panik. Penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung, ditambah dengan kerusakan fisik pada fasilitas pengeboran di Iran, menciptakan defisit pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam satu dekade terakhir.

Ancaman “Efek Domino” Inflasi

Melambungnya harga minyak di level $130 per barel bukan sekadar angka di layar bursa. Ini adalah awal dari ancaman inflasi yang akan dirasakan hingga ke piring makan masyarakat:

  • Biaya Logistik: Kenaikan BBM akan langsung mengerek tarif angkutan barang dan logistik global.

  • Harga Pangan: Pupuk dan biaya mesin pertanian yang bergantung pada energi akan ikut naik, memicu kenaikan harga komoditas pangan pokok.

  • Nilai Tukar: Bagi Indonesia, kebutuhan dolar yang lebih besar untuk impor migas berisiko memukul nilai tukar Rupiah lebih dalam.

Respons Pemerintah Indonesia

Menteri Keuangan dan jajaran ekonomi dilaporkan tengah melakukan rapat darurat pagi ini. Dengan surplus beras 1,3 juta ton yang baru saja dirayakan, Indonesia memiliki sedikit “napas” di sektor pangan, namun sektor energi tetap menjadi titik lemah yang bisa menjebol pertahanan APBN 2026.

“Kami sedang menghitung ulang asumsi makro dalam APBN. Jika harga minyak bertahan di atas $130 untuk waktu lama, penyesuaian kebijakan energi dalam negeri menjadi tak terhindarkan,” ungkap salah satu pejabat kementerian terkait, Kamis (19/3/2026).

Masyarakat dihimbau untuk bersiap menghadapi kemungkinan penyesuaian harga energi non-subsidi dan dampak rambatan pada harga barang konsumsi dalam beberapa pekan ke depan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/