192143233_m
Daftar Tim Raksasa Gagal ke Piala Dunia 2026: Dari Juara Dunia hingga Generasi Emas yang Tersingkir

Jakarta – Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dipastikan menghadirkan banyak kejutan. Meski jumlah peserta diperluas menjadi 48 tim, ternyata sejumlah negara besar justru gagal mengamankan tiket ke turnamen sepak bola paling prestisius di dunia tersebut. Absennya tim-tim papan atas ini menjadi sorotan karena mereka memiliki sejarah panjang serta pemain kelas dunia.

Salah satu yang paling mengejutkan adalah kegagalan Italia. Juara dunia empat kali tersebut kembali gagal lolos setelah tersingkir dramatis pada babak play-off kualifikasi zona Eropa. Kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina melalui adu penalti membuat Italia absen untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah sebelumnya juga tidak tampil pada edisi 2018 dan 2022. Kondisi ini menjadi ironi besar mengingat status Italia sebagai salah satu raksasa sepak bola dunia.

Selain Italia, Nigeria juga dipastikan tidak akan tampil di Piala Dunia 2026. Tim yang dikenal dengan julukan Super Eagles ini gagal di babak play-off zona Afrika setelah kalah adu penalti dari Republik Demokratik Kongo. Kegagalan ini terasa semakin pahit karena Nigeria sedang memiliki generasi pemain yang sangat kuat, termasuk Victor Osimhen, Ademola Lookman, hingga Alex Iwobi. Namun, kekuatan individu tersebut belum cukup membawa Nigeria kembali ke panggung dunia.

Polandia menjadi negara besar berikutnya yang harus menerima kenyataan pahit. Kekalahan 2-3 dari Swedia pada laga penentuan membuat peluang mereka tertutup. Momen ini bahkan disebut sebagai kesempatan terakhir striker Robert Lewandowski tampil di Piala Dunia. Setelah pertandingan tersebut, Lewandowski menyampaikan salam perpisahan melalui media sosial, menutup perjalanan panjang karier internasionalnya.

Rusia juga kembali absen karena masih menjalani sanksi dari FIFA dan UEFA akibat konflik geopolitik sejak 2022. Sanksi tersebut membuat Rusia belum bisa kembali berpartisipasi di kompetisi internasional, termasuk kualifikasi Piala Dunia 2026. Banding yang diajukan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tidak mengubah keputusan tersebut.

Absennya negara-negara besar ini semakin menegaskan bahwa persaingan sepak bola dunia semakin merata. Banyak negara berkembang yang kini mampu menyaingi kekuatan tradisional Eropa dan Afrika. Format baru dengan 48 tim sebenarnya membuka peluang lebih luas bagi banyak negara, namun kenyataannya tetap tidak menjamin tim besar bisa lolos dengan mudah.

Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dengan partai final di MetLife Stadium, New Jersey. Turnamen ini diprediksi menjadi edisi terbesar dalam sejarah, baik dari sisi jumlah peserta maupun cakupan global.

Ketiadaan sejumlah tim besar tentu akan mengubah peta persaingan. Banyak penggemar menilai turnamen kali ini akan menghadirkan wajah baru dalam sepak bola dunia. Namun di sisi lain, absennya negara-negara besar juga meninggalkan rasa kehilangan karena rivalitas klasik tidak akan tersaji di panggung utama.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/