JAKARTA – Nama Nadiem Makarim kembali mencuri perhatian publik, namun kali ini bukan dalam kapasitasnya sebagai mantan pejabat publik, melainkan sebagai pendiri raksasa teknologi Gojek. Pada Selasa (24/2/2026), dalam sebuah agenda persidangan yang membahas dinamika industri teknologi tanah air, Nadiem memaparkan alasan fundamental mengapa Gojek harus menjalin kemitraan strategis dengan Google.
Kemitraan yang sempat menjadi buah bibir beberapa tahun lalu itu disebut sebagai langkah “hidup-mati” bagi skalabilitas ekosistem transportasi online di Indonesia.
Google Maps: Jantung dari Operasional Gojek
Dalam kesaksiannya, Nadiem menekankan bahwa tanpa akses mendalam ke ekosistem Google, Gojek akan sulit bersaing dalam memberikan layanan presisi kepada jutaan mitranya. Bukan sekadar soal modal, namun soal infrastruktur digital yang tak tergantikan.
Beberapa poin utama yang diungkapkan Nadiem:
-
Akurasi Navigasi: Ketergantungan pada API Google Maps sangat krusial untuk menentukan titik penjemputan dan rute tercepat bagi pengemudi.
-
Skalabilitas Cloud: Penggunaan infrastruktur cloud Google memungkinkan Gojek menangani jutaan transaksi per detik dengan stabilitas yang tinggi.
-
Keamanan Data: Standar keamanan global yang dimiliki Google membantu melindungi data pengguna Gojek dari serangan siber yang kian masif.
-
Kredibilitas Global: Kehadiran Google sebagai mitra strategis memberikan kepercayaan bagi investor internasional lainnya untuk masuk ke pasar Indonesia.
“Bukan Sekadar Bisnis, Tapi Eksistensi Teknologi”
Nadiem menjelaskan bahwa di dunia teknologi yang bergerak sangat cepat, mencoba membangun infrastruktur dari nol seringkali adalah resep kegagalan. Kolaborasi dianggap sebagai satu-satunya cara bagi perusahaan lokal untuk tetap relevan dan kompetitif menghadapi pemain global lainnya.
“Banyak yang bertanya mengapa kita tidak membangun peta sendiri atau infrastruktur sendiri. Jawabannya sederhana: kita ingin fokus pada solusi masalah sosial di Indonesia, bukan terjebak dalam perang infrastruktur dasar yang sudah dikuasai raksasa global. Kerja sama dengan Google adalah tentang efisiensi dan kecepatan,” tegas Nadiem Makarim, Selasa (24/2/2026).
Kesaksian ini memberikan perspektif baru bagi para pelaku startup dan pengamat hukum mengenai batasan antara kedaulatan teknologi nasional dan kebutuhan kolaborasi global.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/















