696f4f01ed70d
Banjir Karawang Belum Surut Pasca Tanggul Citarum Jebol: Polisi dan BPBD Siagakan Personel di Titik Rawan

KARAWANG – Memasuki hari Rabu (21/1/2026), kondisi banjir yang merendam sejumlah wilayah di Karawang, Jawa Barat, dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda surut yang signifikan. Hal ini merupakan dampak langsung dari jebolnya tanggul Sungai Citarum yang tidak mampu menahan tekanan debit air kiriman yang sangat tinggi.

Pihak Kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini dalam status siaga penuh di lokasi untuk memastikan keamanan warga dan memantau pergerakan air.

Tanggul Citarum Jebol: Pemicu Genangan yang Bertahan

Jebolnya infrastruktur penahan air di aliran Sungai Citarum menjadi penyebab utama air masuk ke pemukiman warga dengan cepat. Karena volume air yang keluar dari titik jebol sangat besar, lubang pembuangan air alami (drainase) di wilayah Karawang tidak mampu mengalirkan air kembali ke sungai, sehingga genangan bertahan lebih lama.

Beberapa titik di Karawang yang masih terendam meliputi kawasan pemukiman padat penduduk yang bersinggungan langsung dengan bantaran sungai. Petugas di lapangan melaporkan bahwa ketinggian air masih bervariasi, namun tetap masuk dalam kategori rawan bagi aktivitas warga.

Kesiapsiagaan Polisi dan BPBD di Lapangan

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, jajaran Polres Karawang dan personel BPBD telah mendirikan posko pantau di dekat titik tanggul yang jebol. Langkah-langkah yang diambil meliputi:

  • Patroli Rutin: Personel kepolisian berpatroli menggunakan perahu karet untuk menjaga keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan pengungsi.

  • Monitoring Debit Air: BPBD terus berkoordinasi dengan pengelola bendungan di hulu untuk mendapatkan data real-time mengenai potensi kiriman air susulan.

  • Kesiapan Evakuasi: Armada evakuasi tetap disiagakan di titik-titik kumpul warga jika sewaktu-waktu air kembali naik secara mendadak.

Imbauan bagi Masyarakat Karawang

Pemerintah daerah mengimbau warga agar tidak memaksakan diri kembali ke rumah selama status tanggul belum berhasil ditutup secara permanen. Aliran listrik di wilayah terdampak juga masih diputus sementara oleh pihak PLN untuk menghindari risiko korsleting yang membahayakan nyawa.

“Kami meminta warga tetap tenang namun selalu waspada. Prioritaskan keselamatan keluarga dan ikuti arahan petugas di lapangan,” ungkap perwakilan tim siaga di Karawang, Rabu (21/1/2026).

Upaya penutupan tanggul secara darurat menggunakan alat berat direncanakan akan segera dilakukan begitu arus air di titik jebol mulai melambat, guna mencegah wilayah terdampak di Karawang semakin meluas.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/