BANGKALAN – Narasi tentang “Mencetak Generasi Emas 2045” akan selalu berujung menjadi pepesan kosong jika fondasi dasarnya—yakni infrastruktur fisik sekolah—justru lapuk dimakan usia tanpa adanya audit berkala. Fakta menyedihkan ini kembali menjadi tamparan keras bagi wajah pendidikan nasional kita.
Pada Jumat (1/5/2026), perhatian publik tertuju pada momen di mana Mendikdasmen tinjau sekolah ambruk di Bangkalan, targetkan perbaikan rampung dalam waktu sesingkat mungkin. Langkah cepat menteri untuk turun langsung ke lapangan dan menjanjikan perbaikan fisik memang patut diapresiasi sebagai bentuk crisis response. Namun, dari kacamata tata kelola kebijakan publik (public policy governance), insiden ini membongkar penyakit kronis birokrasi kita: kebiasaan bertindak reaktif, bukan proaktif.
Pertanyaan kritis yang harus dijawab oleh Dinas Pendidikan daerah dan pusat adalah: ke mana larinya anggaran perawatan ( maintenance) selama ini? Sebuah bangunan tidak runtuh dalam semalam. Pasti ada tanda-tanda kerusakan struktural seperti atap bocor, tembok retak, atau rayap yang menggerogoti kayu selama bertahun-tahun sebelum akhirnya bangunan tersebut menyerah pada gravitasi. Membiarkan siswa belajar di bawah ancaman atap runtuh adalah bentuk kelalaian struktural negara terhadap keselamatan warganya.
Target perbaikan kilat yang dijanjikan menteri juga harus dikawal ketat proses tendernya. Jangan sampai demi mengejar tenggat waktu (deadline), kualitas material bangunan kembali disunat oleh kontraktor nakal yang mencari celah cuan dari proyek bencana.
Bagi Gen Z dan para pelajar, sekolah seharusnya menjadi ruang aman (safe space) untuk mengembangkan human capital, bukan arena survival yang mempertaruhkan nyawa. Tragedi di Bangkalan ini harus menjadi pilot project untuk memicu program Audit Kelayakan Infrastruktur Sekolah secara nasional. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa tertimpa reruntuhan, baru anggaran perbaikan diturunkan dari pusat!
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/






















