JAKARTA – Sebagai lembaga pengawas eksternal Polri, Kompolnas memberikan perhatian khusus pada penanganan kasus teror yang menimpa Andrie Yunus. Pada Kamis (19/3/2026), Kompolnas menyampaikan hasil pengawasan mereka terhadap jalannya penyidikan di Polda Metro Jaya. Penilaian ini dianggap krusial untuk menjaga kepercayaan publik di tengah isu adanya keterlibatan oknum tertentu.
Penggunaan Metode Ilmiah (Scientific Crime Investigation)
Salah satu poin utama yang mendasari penilaian akuntabel dari Kompolnas adalah konsistensi Polri dalam menggunakan bukti-bukti saintifik. Investigasi tidak hanya bersandar pada pengakuan saksi, tetapi juga didukung oleh:
-
Analisis Digital Forensik: Pencocokan data komunikasi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian yang mengungkap keterlibatan 5 orang pelaku.
-
Laboratorium Forensik (Labfor): Identifikasi jenis zat kimia (air keras) yang digunakan untuk melacak rantai pasokan dan asal-usul bahan tersebut.
-
Olah TKP Berulang: Memastikan tidak ada kepingan bukti fisik yang terlewat di lokasi penyiraman.
Sinergi dengan Temuan Independen (TAUD)
Kompolnas juga mengapresiasi keterbukaan Polri dalam menerima masukan dari pihak luar, termasuk temuan investigasi mandiri dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD). Langkah kepolisian untuk memverifikasi data “orang kelima” yang diajukan TAUD dinilai sebagai bentuk transparansi yang baik.
“Kami telah meninjau gelar perkara secara berkala. Sejauh ini, prosedur yang diambil penyidik sangat terukur dan akuntabel. Polri tidak terlihat menutup-nutupi fakta, bahkan saat penyelidikan mulai mengarah pada dugaan keterlibatan pihak yang memiliki akses khusus,” ungkap perwakilan Kompolnas, Kamis (19/3/2026).
Tantangan Mencari Aktor Intelektual
Meski memberikan penilaian positif terhadap akuntabilitas prosesnya, Kompolnas tetap memberikan catatan agar kepolisian tidak berhenti pada para eksekutor di lapangan. Fokus di Maret 2026 ini harus tetap pada pengungkapan aktor intelektual atau dalang di balik serangan tersebut.
“Akuntabilitas berarti berani menuntaskan kasus sampai ke akarnya. Kompolnas akan terus mengawal agar tidak ada intervensi yang merusak profesionalisme penyidik dalam mengungkap siapa yang memberikan perintah serangan ini,” tambahnya.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/















