SALATIGA – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Salatiga menghadapi tantangan baru seiring masuknya bulan suci Ramadan 2026. Pada Rabu (25/2/2026), sejumlah tenaga pendidik menyatakan kekhawatirannya terkait jadwal pendistribusian makanan yang tetap dilakukan pada siang hari, saat sebagian besar siswa sedang menjalankan ibadah puasa.
Para guru menilai, aroma dan keberadaan kotak makanan di lingkungan sekolah pada jam-jam kritis siang hari berpotensi besar menggoyahkan niat puasa para siswa, terutama bagi anak-anak usia sekolah dasar yang masih dalam tahap belajar berpuasa.
Antara Nutrisi dan Ibadah: Dilema di Ruang Kelas
Program MBG yang bertujuan memastikan kecukupan gizi anak sekolah ini dianggap menemui momentum yang kurang pas jika jadwal pembagiannya tidak disesuaikan dengan kearifan lokal selama bulan suci.
Poin-poin kegelisahan para guru di Salatiga:
-
Godaan Visual & Aroma: Makanan yang datang dalam kondisi segar dan hangat pada pukul 12.00 siang dianggap sebagai “ujian berat” bagi konsentrasi belajar siswa yang berpuasa.
-
Risiko Batal Puasa: Kekhawatiran bahwa siswa, terutama kelas rendah, akan tergoda untuk langsung menyantap jatah makanan mereka sebelum waktunya berbuka.
-
Logistik Penyimpanan: Jika makanan dibagikan siang hari untuk dibawa pulang, muncul risiko makanan menjadi basi atau rusak sebelum waktu berbuka tiba.
-
Usulan Jadwal Ulang: Guru berharap ada kebijakan khusus agar makanan dibagikan mendekati jam pulang sekolah atau diubah formatnya menjadi paket yang lebih tahan lama.
“Berikan Gizi Tanpa Mengganggu Ibadah”
Para guru di Salatiga menekankan bahwa mereka sangat mendukung program pemerintah ini. Namun, mereka meminta fleksibilitas dalam eksekusinya agar tidak terjadi benturan antara program kesehatan nasional dengan pelaksanaan ibadah agama yang taat dijalankan masyarakat.
“Kami sangat senang anak-anak dapat makan bergizi, tapi kalau dibagikan jam 12 siang saat mereka puasa, itu kasihan sekali. Godaannya luar biasa. Harapan kami, jadwalnya bisa ditarik ke sore atau dibawa pulang saat pulang sekolah agar bisa dimakan saat berbuka nanti,” ungkap salah satu guru di Salatiga, Rabu (25/2/2026).
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/















