a_699909b25e94b
Indonesia "Bangun"! Di Depan Investor Global, Presiden Prabowo Tegaskan RI Bukan Lagi Raksasa Tidur

JAKARTA – Di hadapan para pemimpin bisnis dan investor kelas dunia, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan yang menggugah optimisme pasar global. Pada Sabtu (21/2/2026), dalam sebuah forum investasi internasional, Presiden menegaskan bahwa era di mana Indonesia hanya dianggap sebagai potensi yang tersembunyi—atau sering dijuluki sebagai “Raksasa Tidur”—telah berakhir.

Indonesia kini memposisikan diri sebagai pemain aktif yang lincah dan kompetitif di kancah ekonomi global, didukung oleh stabilitas politik dan hilirisasi industri yang semakin matang.

Dari Potensi Menuju Aksi Nyata

Presiden Prabowo menekankan bahwa pemerintahannya tidak lagi hanya menjual janji tentang sumber daya alam yang melimpah, melainkan menawarkan kepastian hukum, infrastruktur yang mumpuni, dan kesiapan tenaga kerja digital.

Beberapa poin utama yang disampaikan Presiden kepada investor global:

  • Kepastian Investasi: Menjamin lingkungan bisnis yang lebih transparan dan efisien guna memikat modal asing (FDI).

  • Hilirisasi Berkelanjutan: Indonesia tidak lagi sekadar mengekspor bahan mentah, tetapi menjadi pusat pengolahan nilai tambah tinggi.

  • Transformasi Energi: Komitmen kuat pada ekonomi hijau dan energi terbarukan sebagai daya tarik baru bagi investor yang peduli lingkungan (ESG).

  • Stabilitas Nasional: Menegaskan bahwa transisi kepemimpinan dan arah kebijakan berjalan selaras dan berkelanjutan.

“Waktunya Indonesia Menjadi Pusat Gravitasi Baru”

Presiden menutup pidatonya dengan undangan terbuka bagi para raksasa bisnis dunia untuk tidak melewatkan momentum pertumbuhan Indonesia di tahun 2026 ini.

“Terlalu lama kita disebut raksasa yang tertidur. Hari ini, saya katakan kepada Anda semua: raksasa itu telah bangun, sudah sadar sepenuhnya, dan siap bekerja sama dengan dunia. Jangan jadi penonton dalam kebangkitan Indonesia,” tegas Presiden Prabowo, Sabtu (21/2/2026).

Pernyataan ini disambut positif oleh pelaku pasar, terlihat dari penguatan sentimen pada bursa saham domestik dan peningkatan minat pada instrumen investasi berbasis pembangunan infrastruktur.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/