6971ef26ad518
IHSG Merah Membara, Istana Tegaskan Presiden Prabowo Tetap Tenang dan Fokus pada Solusi

JAKARTA – Dinamika pasar saham Indonesia tengah mengalami tekanan yang cukup signifikan di awal bulan Februari 2026. Menanggapi penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pihak Istana Kepresidenan memberikan pernyataan resmi terkait sikap Presiden Prabowo Subianto.

Meski pasar menunjukkan tren negatif, Istana menegaskan bahwa Presiden tetap tenang dan tidak memberikan respons emosional yang berlebihan. Fokus utama kepala negara saat ini adalah memastikan fundamental ekonomi tetap kuat menghadapi guncangan global maupun domestik.

Bukan Kemarahan, Tapi Pemantauan Terukur

Klarifikasi ini muncul untuk meredam spekulasi publik mengenai kekhawatiran pemerintah terhadap sentimen pasar. Pihak Istana menyatakan bahwa penurunan indeks merupakan bagian dari dinamika pasar modal yang dipengaruhi oleh berbagai faktor teknis dan makro.

Beberapa poin penting terkait sikap Presiden Prabowo meliputi:

  • Pengawasan Intensif: Presiden terus menerima laporan berkala dari Menteri Keuangan dan otoritas jasa keuangan terkait pergerakan pasar.

  • Kebijakan Berbasis Data: Keputusan yang akan diambil bersifat terukur dan objektif, bukan berdasarkan kepanikan sesaat.

  • Optimisme Jangka Panjang: Pemerintah meyakini bahwa kondisi ini bersifat sementara selama fondasi ekonomi riil tetap terjaga.

Analisis Tekanan Pasar Februari 2026

Penurunan IHSG kali ini dinilai merupakan akumulasi dari beberapa variabel global yang kebetulan terjadi secara bersamaan. Berikut adalah ringkasan faktor yang memengaruhi pergerakan pasar

Harapan bagi Investor dan Pelaku Pasar

Pemerintah meminta para pelaku pasar dan investor untuk tidak ikut terjebak dalam kepanikan (panic selling). Melalui juru bicara Istana, ditekankan bahwa Presiden Prabowo sangat memahami bahwa psikologi pasar memang sensitif, namun integritas ekonomi nasional jauh lebih penting daripada fluktuasi harian.

“Presiden tidak marah melihat angka-angka merah di bursa. Beliau justru meminta tim ekonomi untuk bekerja lebih keras memastikan bahwa sektor riil tetap bergerak dan daya beli masyarakat terjaga,” ungkap perwakilan Istana di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Langkah-langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan investor sedang dipersiapkan, termasuk percepatan realisasi investasi asing dan pemberian insentif pada sektor-sektor strategis yang menjadi pilar pertumbuhan ekonomi di tahun 2026.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/