Jakarta, Indonesia — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah intens menangani kerusakan infrastruktur jalan akibat hujan deras dan kondisi cuaca ekstrem yang melanda ibu kota beberapa minggu terakhir. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Bina Marga, hingga 21 Januari 2026 tercatat sebanyak 1.383 titik jalan berlubang yang telah diterjunkan tim untuk penanganan awal. Pendataan dan verifikasi kondisi kerusakan jalan masih terus berlanjut sampai kini.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menyatakan bahwa perbaikan yang dilakukan hingga saat ini bersifat tanggap darurat dan sementara, guna menekan risiko kecelakaan dan gangguan mobilitas warga sehari-hari. Tim pelaksana dari Satpel Bina Marga tingkat kecamatan hingga ke suku dinas terus memantau dan menambal lubang jalan yang berpotensi membahayakan bagi pengendara dan pengguna jalan lainnya.
Skala Kerusakan dan Upaya Mitigasi
Kerusakan jalan akibat hujan deras bukanlah persoalan kecil. Air hujan yang terus menerus masuk ke struktur permukaan dan bawah lapisan aspal menyebabkan kerikil dan material jalan terkikis, sehingga lubang dan retakan muncul di banyak titik strategis. Kondisi ini diperparah oleh volume kendaraan yang tinggi, terutama di jalur utama ibukota.
Sejauh ini, Dinas Bina Marga telah melakukan penambalan lubang secara bertahap di kelima kota administrasi DKI Jakarta, termasuk Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Penanganan tersebut mencakup jalan provinsi hingga jalan lingkungan yang tergolong rawan rusak.
Teknik Penanganan Sementara vs Permanen
Perbaikan yang dilakukan saat ini umumnya berupa penambalan sementara. Teknik ini dipilih karena cuaca ekstrem yang diprediksi akan terus berlangsung hingga awal Februari membuat perbaikan permanen kurang efektif. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo sebelumnya menjelaskan bahwa jika perbaikan dilakukan saat hujan masih sering terjadi, tambalan aspal tidak akan awet dan berpotensi terkelupas hanya dalam beberapa hari.
Untuk itu, Dinas Bina Marga akan menunggu kondisi cuaca yang lebih stabil sebelum menerapkan perbaikan permanen menggunakan aspal hotmix, yang secara teknis jauh lebih tahan lama terhadap tekanan kendaraan dan cuaca. Rencana ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas jalan dan mengurangi kemungkinan kerusakan berulang.
Tantangan di Lapangan
Meski penanganan jalan berlubang sudah berjalan intensif, tantangan masih membayangi. Pendataan masih berlangsung, sehingga jumlah titik kerusakan bisa berubah setiap saat sesuai hasil verifikasi lapangan. Kondisi drainase dan genangan air juga mempengaruhi cepatnya proses pengeringan serta perbaikan jalan, terutama di kawasan permukiman dan ruas jalan utama yang kerap tergenang air setelah hujan lebat.
Tak hanya teknis, kekhawatiran terhadap keselamatan pengendara juga menjadi sorotan. Banyak lubang jalan yang cukup besar dan dalam bisa menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengguna sepeda motor. Beberapa pihak legislator bahkan menyerukan agar perbaikan dilakukan lebih cepat untuk menghindari lebih banyak insiden kecelakaan di jalan.
Respons Publik dan Harapan
Respons warga terhadap langkah pemerintah beragam. Sebagian mendukung langkah sementara ini sebagai upaya respons cepat terhadap kondisi darurat, meskipun berharap perbaikan permanen bisa dilakukan secepatnya. Warga juga diimbau untuk berhati-hati saat berkendara di area yang masih dalam proses penanganan dan selalu memantau perkembangan kondisi jalan melalui kanal resmi pemerintah.
Perbaikan infrastruktur jalan di Jakarta merupakan salah satu fokus strategis pemerintah untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan publik, terutama di tengah tekanan cuaca ekstrem yang sedang berlangsung. Pemerintah juga memastikan anggaran perbaikan telah disiapkan dan siap digunakan ketika kondisi cuaca mendukung pekerjaan permanen.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/



















