6971b77671c22
Trump Guncang Davos 2026: Banggakan Diri Berhasil Hentikan 8 Perang di Seluruh Dunia

DAVOS, SWISS – Kehadiran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos kembali memicu perdebatan sengit. Dalam pidato utamanya pada Kamis (22/1/2026), Trump dengan gaya khasnya membanggakan pencapaian diplomasinya, mengklaim bahwa di bawah kepemimpinannya, dunia menjadi jauh lebih aman.

Pernyataan yang paling menyita perhatian adalah klaimnya bahwa ia telah berhasil menghentikan 8 perang bersenjata yang melibatkan berbagai negara di belahan dunia.

Klaim “Diplomasi Transaksional” yang Efektif

Di hadapan para pemimpin politik dan elit bisnis global, Trump menegaskan bahwa pendekatan “America First” miliknya tidak hanya menguntungkan ekonomi AS, tetapi juga membawa stabilitas internasional yang tidak mampu dicapai oleh pemerintahan sebelumnya.

Beberapa poin utama yang disampaikan Trump dalam pidatonya meliputi:

  • Penghentian Konflik: Mengklaim peran sentral dalam mediasi berbagai konflik regional yang selama ini dianggap buntu oleh para diplomat tradisional.

  • Dominasi Ekonomi sebagai Alat Perdamaian: Menegaskan bahwa kekuatan ekonomi AS digunakan untuk menekan pihak-pihak yang bertikai agar kembali ke meja perundingan.

  • Kritik terhadap Globalisme: Kembali menyuarakan ketidaksukaannya pada institusi multilateral yang dinilai tidak efisien dalam menangani masalah keamanan dunia.

“Dulu mereka bilang saya akan memulai perang, tapi lihat sekarang. Saya adalah presiden yang paling sedikit memulai konflik dan justru menghentikan 8 perang yang sudah berjalan bertahun-tahun,” ujar Trump dalam pidatonya yang disambut reaksi beragam oleh hadirin di Davos.

Reaksi Pemimpin Dunia dan Analis

Klaim “8 perang” tersebut langsung memicu verifikasi fakta dari berbagai analis internasional. Sebagian pihak melihat bahwa meski ada de-eskalasi di beberapa wilayah, definisi “menghentikan perang” yang digunakan Trump dianggap terlalu luas.

Dampak bagi Ekonomi Global

Bagi para investor yang hadir di Davos, pernyataan Trump memberikan sinyal campur aduk. Di satu sisi, klaim perdamaian memberikan sentimen positif bagi pasar global. Di sisi lain, gaya retorika yang agresif terhadap sekutu-sekutu lama AS menimbulkan ketidakpastian mengenai masa depan kerja sama perdagangan internasional di tahun 2026.

Pidato ini menegaskan bahwa Donald Trump tetap menjadi pusat gravitasi dalam politik global, dengan narasi yang menantang tatanan diplomatik yang sudah ada selama berpuluh-puluh tahun.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/