6971b391b3e6c
Tragedi Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Gunung Bulusaraung: Tim SAR Temukan 6 Jenazah di Lokasi Kejadian

PANGKEP, SULAWESI SELATAN – Kabar duka menyelimuti dunia penerbangan tanah air. Setelah sempat dilaporkan hilang kontak, pesawat jenis ATR 42-500 ditemukan dalam kondisi hancur setelah menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Pada Kamis (22/1/2026), tim SAR gabungan mengonfirmasi telah menemukan 6 jenazah di lokasi jatuhnya pesawat tersebut.

Medan pegunungan yang terjal dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama bagi tim evakuasi dalam mencapai titik koordinat bangkai pesawat.

Penemuan Titik Jatuh dan Kondisi Korban

Berdasarkan laporan dari Basarnas, serpihan pesawat pertama kali terdeteksi melalui pantauan udara. Lokasi jatuhnya pesawat berada pada ketinggian yang cukup ekstrem di kawasan hutan lindung Gunung Bulusaraung.

Hingga siang hari ini, laporan dari lapangan menyebutkan:

  • Jumlah Korban: Tim evakuasi telah menemukan 6 jenazah yang berada di sekitar puing utama pesawat.

  • Kondisi Bangkai Pesawat: Pesawat ditemukan dalam kondisi rusak berat akibat benturan keras dengan tebing gunung.

  • Proses Identifikasi: Seluruh jenazah yang ditemukan akan segera dievakuasi menuju Makassar untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI.

Tantangan Evakuasi di Gunung Bulusaraung

Jalur menuju lokasi kejadian dikenal memiliki kemiringan yang curam dan vegetasi yang sangat rapat. Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan relawan lokal harus melakukan perjalanan darat selama berjam-jam sebelum mencapai titik jatuhnya pesawat.

“Fokus utama kami saat ini adalah mengevakuasi seluruh korban secepat mungkin. Namun, kabut tebal dan angin kencang di puncak Gunung Bulusaraung memaksa tim untuk bergerak ekstra hati-hati demi keselamatan personel,” ujar perwakilan Basarnas di lokasi, Kamis (22/1/2026).

Investigasi Penyebab Kecelakaan

Sembari proses evakuasi berlangsung, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga telah bersiap untuk menuju lokasi guna mencari kotak hitam (black box) guna mengungkap penyebab pasti jatuhnya pesawat ATR 42-500 tersebut. Belum dapat dipastikan apakah faktor cuaca buruk atau kegagalan teknis yang menjadi pemicu utama tragedi ini.

Keluarga korban kini tengah berkumpul di bandara keberangkatan dan kedatangan untuk menunggu informasi resmi. Pemerintah daerah setempat juga telah mendirikan posko darurat untuk memfasilitasi kebutuhan komunikasi dan logistik bagi keluarga korban serta tim pencari.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/