riau24_1623936694
Habib Rizieq Serukan Pandji Pragiwaksono Minta Maaf & Hapus Adegan ‘Mens Rea’ yang Dinilai Menista Agama

Jakarta — Tokoh agama Habib Rizieq Shihab mengeluarkan pernyataan keras terkait materi stand-up comedy berjudul Mens Rea yang dibawakan Pandji Pragiwaksono dan ditayangkan di platform Netflix, menyebut salah satu bagian materi sebagai penistaan agama Islam karena menyentuh unsur ibadah salat. Pernyataan Habib Rizieq ini memicu perdebatan luas di masyarakat, yang sudah ramai membahas isu tersebut di media sosial dan media daring.

Dalam ceramahnya yang diunggah melalui kanal Islamic Brotherhood Television di YouTube pada Selasa (13 Januari 2026), Rizieq menyatakan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan apabila seorang komika menyampaikan kritik terhadap pemerintah atau pejabat melalui lawakan, sebab kritik sosial merupakan bagian dari ruang publik. Namun yang menjadi persoalan baginya adalah ketika urusan agama dan ibadah menjadi bahan candaan atau dianggap hinaan.

“Saya dukung kritik terhadap pemerintah. Bahkan kritik pada ulama pun jika memang salah, boleh. Tapi kalau menghina agama, jelas tidak boleh,” tegas Habib Rizieq di hadapan jamaahnya. Rizieq menyoroti bagian Mens Rea di mana Pandji membahas tentang mereka yang memilih pemimpin semata berdasarkan ketaatan salat, lalu menimbulkan reaksi tawa dari audiens. Bagi Rizieq, salat merupakan bagian tak terpisahkan dari ajaran Islam yang harus dihormati.

Pokok Sengketa Materi ‘Mens Rea’

Salah satu kalimat yang disoroti oleh Rizieq yakni ketika Pandji mengomentari bahwa masyarakat sering berkata, “Saya mau pilih pemimpin yang salatnya tidak bolong,” dan menyampaikan hal itu dalam konteks lawakan. Pandji dalam penampilannya memberi penekanan bahwa seseorang yang rajin salat belum tentu layak menjadi pemimpin — sebuah sudut pandang yang menurut Rizieq terlalu jauh jika dibawa sebagai materi komedi.

“Ini bukan tentang kritik kepada pemerintah atau kritik sosial, tapi mengangkat ibadah salat menjadi bahan bahan gurauan atau disalahartikan,” tegasnya. Rizieq kemudian menegaskan agar para komika atau pelawak berhati-hati dalam memilih batasan tema yang disentil dalam lawakan mereka, terutama yang berkaitan dengan hal sai rah keagamaan.

Desakan Minta Maaf & Hapus Konten

Lebih jauh, Habib Rizieq mendesak Pandji bertobat dan meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam, serta meminta agar adegan atau bagian materi lawakan tersebut dihapus dari tayangan Netflix karena ditonton oleh jutaan pemirsa yang bisa saja merasakan hal yang sama. “Bagian yang menyinggung salat itu harus dihapus dari platform… pihak Netflix wajib mencabut atau minimal menghapus bagian yang dianggap menistakan agama,” ujar Rizieq.

Pernyataan ini sekaligus menunjukkan bahwa polemik tidak hanya soal materi yang dibawakan Pandji, tetapi juga soal platform global yang menyebarkan konten tersebut, sehingga dampaknya dinilai meluas di kalangan umat Islam Indonesia.

Reaksi Publik Beragam

Masukan masyarakat terbagi; ada yang mendukung kritik terhadap konten yang dinilai sensitif, namun ada pula yang menilai komedi sebagai medium ekspresi yang seharusnya mendapat ruang lebih luas, termasuk dalam mengkritik pandangan sosial ataupun aspek kehidupan beragama. Isu ini pun telah menjadi perbincangan hangat di media sosial dengan berbagai opini netizen.

Sementara itu, polisi sedang menindaklanjuti laporan dugaan penistaan agama terkait Mens Rea, tetapi Rizieq sendiri menegaskan tidak setuju dengan penahanan atau penindakan hukum kepada Pandji hanya karena kritik terhadap pemerintah — selama hal itu tidak menyentuh penghinaan terhadap agama.

Pesan Akhir

Habib Rizieq menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa kritik sosial, politik, dan pemerintahan tetap sah disampaikan, tetapi mengaitkan hal-hal yang bersifat suci dalam agama dengan materi gurauan harus dihindari, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau perpecahan di tengah masyarakat yang beragam.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/