079242100_1734932571-1734931165852_fungsi-pbb
Sejarah Baru! Indonesia Resmi Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Dubes Sidharto Reza Suryodipuro Jadi Presiden

JENEWA/JAKARTA – Indonesia kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci di panggung diplomasi dunia. Pada Jumat (9/1/2026), Indonesia secara resmi terpilih dan mulai menjalankan tugas sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB untuk periode tahun 2026.

Kepemimpinan Indonesia di lembaga tertinggi HAM dunia yang bermarkas di Jenewa, Swiss ini akan dipimpin langsung oleh Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro. Momen ini menjadi catatan sejarah penting, mengingat ini adalah kali pertama Indonesia memegang tongkat kepemimpinan Dewan HAM PBB sejak lembaga ini didirikan.

Amanah Besar di Tengah Krisis Global

Terpilihnya Indonesia merupakan bentuk kepercayaan internasional atas komitmen Tanah Air dalam memajukan dan melindungi hak asasi manusia, baik di tingkat nasional maupun global. Dubes Sidharto Reza, yang merupakan diplomat senior, akan memimpin sidang-sidang penting yang membahas isu-isu krusial kemanusiaan di berbagai belahan dunia.

“Ini adalah amanah besar bagi Indonesia. Kami berkomitmen untuk menjadi jembatan (bridge builder) di tengah polarisasi dunia dan memastikan Dewan HAM PBB bekerja secara adil, transparan, dan inklusif,” ujar pernyataan resmi delegasi Indonesia di Jenewa.

Fokus Kepemimpinan Indonesia

Selama masa kepemimpinannya, Indonesia diprediksi akan membawa isu-isu strategis seperti:

  1. Dialog Antar-Budaya: Memperkuat toleransi dan memerangi diskriminasi global.

  2. Hak Ekonomi dan Sosial: Menekankan pentingnya hak atas kesehatan dan pembangunan bagi negara berkembang.

  3. Penyelesaian Konflik: Memberikan perhatian lebih pada krisis kemanusiaan di wilayah konflik yang sedang berlangsung.

Dampak bagi Citra Indonesia

Keberhasilan ini diharapkan dapat meningkatkan bargaining power Indonesia dalam berbagai perundingan internasional lainnya. Selain itu, posisi ini memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan standar penegakan HAM yang semakin membaik di dalam negeri kepada mata dunia.

Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras diplomasi yang konsisten selama beberapa tahun terakhir, termasuk saat Indonesia menjadi anggota Dewan HAM dengan suara terbanyak beberapa waktu lalu.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/