695cee1d9dc21
Kisah Pilu Nenek Elina: Diusir dan Rumah Dibongkar Paksa, Mengaku 3 Kali Lapor Polisi Tapi Nihil Respons

SURABAYA – Jerit tangis dan rasa frustrasi menyelimuti Nenek Elina, seorang warga Surabaya yang kini harus menelan pil pahit kehilangan tempat berteduh.

Di usia senjanya, Elina justru harus menghadapi kenyataan pahit: diusir paksa dari rumahnya sendiri yang kemudian dibongkar hingga rata dengan tanah oleh sekelompok orang. Peristiwa ini menjadi sorotan publik bukan hanya karena aksi pembongkarannya, tetapi juga pengakuan korban mengenai lambatnya respons aparat penegak hukum.

Rumah Rata dengan Tanah

Insiden pengusiran dan pembongkaran paksa ini diduga terkait dengan sengketa kepemilikan lahan yang berlarut-larut. Tanpa ampun, bangunan yang menjadi saksi bisu kehidupan Nenek Elina dihancurkan. Barang-barang miliknya dikeluarkan paksa, menyisakan puing-puing reruntuhan yang menyayat hati.

Nenek Elina kini tak hanya kehilangan harta benda, tetapi juga rasa aman yang seharusnya ia dapatkan sebagai warga negara.

3 Kali Lapor, 3 Kali Nihil?

Yang paling menyesakkan dada, Nenek Elina mengaku tidak diam saja saat ancaman datang. Ia mengklaim telah berupaya mencari perlindungan hukum jauh sebelum eksekusi pembongkaran terjadi.

Menurut pengakuannya, ia sudah melayangkan laporan kepolisian sebanyak tiga kali terkait ancaman dan sengketa yang dihadapinya. Namun, ia merasa laporan-laporan tersebut seolah menguap begitu saja tanpa tindak lanjut yang nyata dari pihak kepolisian setempat.

“Saya sudah lapor tiga kali, tapi tidak ada tanggapan. Sampai akhirnya rumah saya dibongkar seperti ini,” keluh Elina dengan nada kecewa mendalam.

Menanti Keadilan

Kasus ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai perlindungan hukum bagi kaum rentan. Publik mendesak agar pihak kepolisian, baik Polrestabes Surabaya maupun Polda Jatim, segera turun tangan mengusut tuntas kasus ini.

Apakah ada unsur kelalaian dalam penanganan laporan warga? Ataukah ada kekuatan besar di balik sengketa ini yang membuat hukum tumpul? Kini Nenek Elina hanya bisa berharap keadilan akan datang, meski rumahnya telah hancur.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/