Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperteguh komitmennya sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendukung pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Dalam program BUMN Peduli, Bank Mandiri berpartisipasi aktif dalam pembangunan 600 unit Rumah Hunian Danantara atau huntara yang ditujukan sebagai hunian sementara bagi warga yang rumahnya terdampak bencana.
Program pembangunan huntara ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat setempat, yang dikoordinasikan melalui Danantara Indonesia bersama berbagai BUMN lainnya dan BP BUMN. Pemerintah pun menaruh perhatian tinggi terhadap percepatan program ini.
Pada kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke lokasi pembangunan huntara di Aceh Tamiang, ia meninjau langsung progres pembangunan dan menegaskan bahwa negara hadir di tengah kesulitan warga. Prabowo menyampaikan bahwa sinergi lintas BUMN mampu mempercepat penyediaan hunian yang layak dan aman bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal karena bencana.
Menurut Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, progres pembangunan hingga awal tahun ini menunjukkan komitmen kuat semua pihak untuk memenuhi target yang telah ditetapkan. Huntara dibangun dengan standar layak huni dan dirancang agar cepat selesai dalam waktu yang relatif singkat, meskipun kondisi lapangan tidak mudah.
Sementara itu, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menjelaskan bahwa keterlibatan Bank Mandiri bukan hanya dalam pembangunan fisik huntara tetapi juga bagian dari upaya menyeluruh untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Sinergi lintas BUMN ini diharapkan menjadi model percepatan bantuan bencana yang terukur dan berkelanjutan.
Rencana awal pembangunan 600 huntara ini akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah Aceh Tamiang pada 8 Januari 2026. Setelah diserahkan, hunian sementara ini akan segera dibagikan kepada keluarga yang terdampak bencana untuk segera ditempati.
Setiap unit hunian dirancang memenuhi standar dasar hunian darurat seperti struktur bangunan yang kuat, akses air bersih, sanitasi yang layak, listrik, dan layanan kesehatan. Kawasan huntara juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti klinik kesehatan dasar, taman bermain anak, dan akses internet gratis untuk mendukung aktivitas sosial masyarakat di kawasan itu.
Program huntara di Aceh Tamiang bukan hanya pembangunan hunian sementara semata. Target berikutnya adalah membangun total 15.000 unit dalam 3 bulan ke depan, guna menjangkau lebih banyak keluarga yang masih membutuhkan hunian sementara setelah kehilangan rumah akibat bencana.
Selain Bank Mandiri, sejumlah BUMN lain seperti BRI, BNI, BTN, serta BUMN Karya seperti Adhi Karya, Waskita Karya, dan lainnya juga berpartisipasi dalam program ini, baik dari sisi pendanaan, konstruksi, maupun fasilitas penunjang. Kerja sama ini menunjukkan peran kolaboratif BUMN dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat terdampak bencana.
Inisiatif Bank Mandiri dan BUMN lain ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, karena hadir di tengah krisis kemanusiaan dengan cepat dan memberikan harapan baru bagi warga Aceh Tamiang. Bahkan, proyek huntara ini dipandang tidak hanya sebagai bantuan jangka pendek, tetapi sebagai tahap awal rehabilitasi sosial dan ekonomi komunitas yang terkena dampak bencana alam.
Dengan dukungan berbagai pihak serta semangat gotong royong, fase pembangunan hunian sementara diharapkan berjalan cepat dan memberikan dampak positif bagi percepatan pemulihan kehidupan masyarakat Aceh Tamiang pascabencana.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/



















