Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta agar pupuk bersubsidi tersedia melalui 8.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang mulai beroperasi secara serentak. Instruksi tersebut ditujukan kepada PT Pupuk Indonesia untuk memastikan distribusi pupuk berjalan lancar hingga tingkat desa.
Amran menyampaikan bahwa penyaluran pupuk subsidi melalui Kopdes bertujuan memangkas rantai distribusi sehingga petani dapat memperoleh pupuk dengan lebih mudah. Dalam skema yang direncanakan, pupuk dikirim dari pabrik ke koperasi untuk kemudian disalurkan kepada petani.
Selain menjadi saluran distribusi pupuk, Kopdes Merah Putih juga diproyeksikan berperan sebagai pembeli atau off-taker hasil pertanian, seperti gabah dan kedelai, sebelum diteruskan ke Perum Bulog.
Pemerintah menargetkan koperasi tersebut dapat menjadi bagian dari jaringan distribusi kebutuhan pokok dan barang bersubsidi di wilayah pedesaan. Komoditas lain yang dipersiapkan untuk disalurkan melalui koperasi antara lain gula, minyak goreng, gas LPG, serta beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan, pemerintah juga melakukan pemantauan terhadap kesiapan operasional koperasi, termasuk ketersediaan pasokan dan sarana distribusi.
Melalui skema ini, pemerintah berharap akses petani terhadap pupuk bersubsidi semakin mudah dan rantai pasok hasil pertanian menjadi lebih efisien. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kesiapan masing-masing koperasi serta kelancaran distribusi di lapangan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/






















